Menembus redaksi Kompas itu tidak mudah, bahkan untuk artikel berbayar sekalipun. Pasalnya, Kompas memiliki standar editorial yang ketatdemi menjaga kualitas konten mereka.
Oleh karena itu, di sini kami akan membedah gaya penulisan Kompas dengan menganalisis beberapa contoh artikel yang telah terbit. Dengan begitu, Anda bisa lebih memahami seperti apa “DNA” konten yang disukai Kompas.
Cara Menulis Artikel Supaya Bisa Terbit di Kompas

Berikut panduan non-resmi dari Backlinkmedia.co.id untuk Anda yang ingin menerbitkan konten advertorial atau native ads di Kompas online:
1. Prioritaskan Nilai Guna pada Headline
Saat menulis judul, fokus pada manfaatalih-alih sekadar memamerkan kehebatan brandAnda.
Pertama, coba berikan solusi. Jawab pertanyaan spesifik, seperti cara melakukan sesuatu yang berhubungan dengan produk/layanan.
Kedua, berikan Inspirasi. Tawarkan rekomendasi, ide, atau wawasan baru yang relevan dengan minat pembaca. Misalnya, menyajikan daftar destinasi, tips gaya hidup, tren industri, dan lainnya.

Selain itu, hindari penggunaan hiperbola serta klaim berlebihan tanpa data.
2. Pilih Format yang Jelas
Tips berikutnya, format artikel Anda harus jelas. Jangan tiba-tiba menjelaskan tutorial di tengah artikel daftar rekomendasi. Itu bisa membingungkan pembaca.
Maka dari itu, sebelum mulai menulis isi artikel, tentukan dulu formatnya. Biasanya yang populer adalah listicledan how-to. Alasannya, pembaca onlinesering kali tidak membaca kata per kata, melainkan memindai. Dua format tersebut cenderung disukai karena lebih mudah dipindai.
3. Gunakan Gaya Bahasa Jurnalistik
Dari artikel-artikel yang kami baca, Kompas sangat menjaga integritas tulisannya dengan gaya bahasa jurnalistik. Karakteristik utamanya: lugas, padat, objektif, dan langsung ke pokok persoalanuntuk menyampaikan informasi secara jelas kepada pembaca.1
Jadi, tulislah seolah-olah Anda juga seorang jurnalis yang sedang mengulas sebuah topik. Di sisi lain, sesuaikan juga nadanya dengan kanal yang dituju karena Kompas punya berbagai macam kategori.
Sementara itu, hal yang perlu dihindari adalah penggunaan jargon pemasaran berlebihan.
4. Integrasikan Merek Secara Organik dan Kontekstual
Selanjutnya, integrasikan brandAnda sebagai bagian dari cerita secara natural, bukan seperti sesuatu yang dipaksakan. Kami punya dua saran, yaitu:
- Brandsebagai subjek utama: Pendekatan ini cocok apabila artikel Anda berupa panduan penggunaan produk/layanan. Branddisebut secara natural karena itu adalah inti dari solusi yang ditawarkan.

- Brand sebagai solusi: Untuk konten inspirasional, posisikan branddalam CTA (Call to Action) di akhir tulisan sebagai langkah lanjutan.

5. Artikel Harus Relevan
Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, Kompas onlinepunya banyak kanal, mulai Money, Tekno, Travel, Health, Nasional, dll. Pastikan artikel Anda relevan dengan minat audiensdari setiap kanal.
Contoh, ketika sebuah brandmaskapai menargetkan masuk kanal Travel, maka jangan hanya merilis jadwal rute baru. Buatlah artikel inspiratif seputar travelingseperti, “Menjelajahi Surga Tersembunyi di Rute Penerbangan Terbaru X”.
Kalau mau lebih spesifik, sesuaikan gaya tulisan Anda dengan demografi audiens Kompas yang didominasi oleh pembaca onlineberpendidikan tinggi, profesional, kelas menengah ke atas. Mereka memiliki minat kuat pada berita aktual, ekonomi, dan gaya hidup.2
Butuh Naskah yang “Kompas-ready”?
Jika ingin menembus redaksi Kompas, ubah mindset Anda. Jangan berpikir untuk sekadar ‘mengiklankan produk’, tetapi sediakanlah konten berkualitas yang benar-benar bermanfaat bagi audiens supaya Kompas suka.
Tidak mau repot mengurus sendiri? Backlinkmedia.co.id siap membantu melakuakn screeningatau menulis konten untuk terbit di Kompas online. Namun, perlu dicatat bahwa akhirnya keputusan terbit tetap sepenuhnya berada di tangan redaksi.
Referensi (terakhir diakses pada 30/10/2025):