• Umum
  • /
  • Native Ads vs Advertorial vs Press Release: Perbedaan, Kapan Memakai yang Mana?

Native Ads vs Advertorial vs Press Release: Perbedaan, Kapan Memakai yang Mana?

native ads advertorial press release

Tampil di media onlinedapat mendongkrak nilai bisnis Anda secara instan. Ada tiga cara, yaitu dengan native ads, advertorial, dan press release.

Pemilihan format harus tepat jika ingin berhasil mencapai tujuan kampanye karena ketiganya memiliki tujuan serta dampak yang berbeda.

Sebagai panduan, artikel ini akan membedah perbedaan ketiganya dan waktu yang paling tepat untuk menggunakan masing-masing jenis konten.

Perbandingan: Native Ads vs Advertorial vs Press Release

blank

Berikut beberapa poin perbandingan utama antara ketiga format konten ini di media online:

FiturPress ReleaseAdvertorialNative Ads
Tujuan UtamaMengumumkan berita penting.Edukasi, promosi, soft-selling.Meningkatkan awareness& traffic.
Ciri KhasAda nilai berita (newsworthy).Label “Advertorial”.Menyatu dengan tampilan media.
FormatDiolah menjadi artikel berita.Artikel feature, listicle, panduan, infografis.Postingan bersponsor, iklan in-feed, listingan promosi.
Gaya KontenFormal, jurnalistik (5W+1H).Editorial, persuasif, informatif.Informatif, storytelling, non-disruptif.
Fokus UtamaKredibilitas & pengumuman resmi.Penjelasan produk/jasa & konversi.Keterlibatan audiens.
HyperlinkTidak diperbolehkan.Boleh (dofollow atau nofollow).Boleh.
Manfaat SEOBrand mention, otoritas.Backlinkkontekstual.Backlink, brand awareness.
Interaksi AudiensRendah. Press releasebukan konten interaktif & cenderung  bersifat searah.Sedang. Didesain untuk mengarahkan audiens ke CTA.Tinggi. Didesain untuk memicu klik secara natural.
Biaya & ProduksiSedang. Biaya jasa publikasi & penulisan naskah rilis.Tinggi. Sering lebih mahal dari PR karena bersifat promosi.Tinggi. Sebelas duabelas dengan konten advertorial.

Pilih yang Sesuai Tujuan Kampanye Anda

Setelah paham perbedaannya, sekarang mari bedah satu per satu supaya Anda tahu kapan harus menggunakan native ads, advertorial, dan press release.

Press Release

blank

Press releaseadalah naskah berita resmi yang dibuat oleh individu atau kelompok untuk diumumkan ke publik melalui media. 

Poin utamanya, konten wajib memiliki nilai berita, objektif, faktual, dan penulisannya mengikuti standar jurnalistik.

Kapan harus menggunakanpress release?

Keluarkan press releasesaat perusahaan meluncurkan produk baru, membuka cabang, menandatangani kerja sama, meraih milestone, atau klarifikasi isu. Intinya, harus berupa pengumuman yang benar-benar penting.

Namun, ada batasannya. Pertama, media tidak mengizinkan menaruhbacklink. Kedua, isinya juga tidak boleh terlalu mempromosikan brandtertentu. Sifatnya lebih ke pengumuman satu arah. Ketiga, jangan mematok tenggat waktu terbit spesifik karena redaksi biasanya punya antrean tersendiri.

Maka dari itu, jenis konten ini lebih cocok digunakan ketika tujuan kampanye Anda adalah mendapatkan brand mentiondari sumber berotoritas untuk membangun citra, bukan promosi langsung.

Advertorial

blank

Namanya gabungan dari “Advertisement” (iklan) dan “Editorial” (artikel). Jadi, sederhananya advertorial adalah iklan yang dikemas dalam format artikel. Inilah bentuk paling umum dari content placement.

Berbeda dengan press releaseyang harus objektif, advertorial boleh persuasif karena tujuannya memang untuk mempromosikan produk/jasa Anda.

Perbedaan lainnya, media wajib memberinya label khusus, seperti “Advertorial” atau “Sponsored Content” sebagai transparansi kepada pembaca.

Keunggulan advertorial adalah fleksibilitas. Brandbisa mengatur sudut pandang artikel, memasukkan data, testimoni, bahkan opini ringan, selama masih dalam konteks informasi yang bermanfaat.

Kapan sebaiknya menggunakan advertorial? 

Saran kami, jika Anda perlu kampanye penjualan danbrandingdengan konten hard-sellingyang menyebutkan brandpada judul, gunakan advertorial.

Contohnya, menjelaskan fitur dan manfaat produk secara detail atau membuat panduan yang berujung CTA ke halaman pembelian.

Dalam konteks SEO, advertorial juga sering menjadi bagian dari strategi link building. Pasalnya, Anda bisa menaruh backlinkkontekstual dengan anchor textspesifik yang menargetkankeywordkomersial. Namun, dofollowatau nofollow tergantung ketentuan media terkait.

Native Ads

blank

Selanjutnya, native ads,yakni konten berbayar yang menyatu (native) dengan konten editorial aslidi media sehingga tidak mengganggu pengalaman audiens. Tujuan utamanya adalah mendapatkan klik danawareness.

Lantaran tampilannya natural, pembaca cenderung lebih mudah terpancing untuk mengklik iklannya.

Orang-orang sering menyamakan dengan advertorial, tetapi native adsbiasanya jauh lebih soft-selling. Fokusnya adalah storytelling, di mana brandAnda mungkin hanya disebut dalam satu bagian sebagai solusi.

Sering kali, advertorial juga disebut sebagai salah satu bentuk dari native ads. Di sisi lain, native adstidak terbatas pada artikel saja. Bentuknya beragam, bisa berupa in-feed content, rekomendasi, search ads, listing promosi, branded content, dll.1

Kapan waktu yang tepat untuk menggunakannative ads

Jalankan kampanye ini apabila Anda ingin meningkatkan brand awarenessdan edukasi di level top-of-funnel. Cocok juga untuk promosi cepat saat adaeventtertentu.

Namun, native adsjarang digunakan sebagai strategi jangka panjang. Begitu kampanye selesai, tayangannya hilang, dan efeknya pun berhenti. Sementara press releasemaupun advertorial lebih bertahan lama di indeks mesin pencari.

Dari sisi backlink, native ads juga sebenarnya lebih berfungsi sebagai pintu masuk traffic alih-alih penguat domain authority.

Selalu Ada Strategi yang Tepat di Balik Setiap Kesuksesan Kampanye

Memahami kapan waktu terbaik menggunakan native ads, advertorial, dan press releasesangat penting agar investasi Anda tidak sia-sia.

  • Press releasecocok untuk pengumuman resmi yang bernilai berita.
  • Gunakan advertorial jika ingin mendapatkan backlinkberbayar yang berdampak untuk SEO.
  • Sementara native adsberguna saat Anda butuh engagementcepat.

Ketiganya sebenarnya bisa saling melengkapi, tergantung apa yang ingin Anda capai dari strategi kampanye publikasi di media online.

Untuk mendapatkan panduan memilih media atau strategi publikasi yang tepat di media, Backlinkmedia.co.id siap membantu Anda!

Referensi (terakhir diakses pada 29/10/2025):

  1. Perbedaan advertorial dan native ads. https://www.nativeadvertisinginstitute.com/blog/the-ultimate-guide-to-advertorials ↩︎